PK IMM STIEM & STITM 
Tanjung Redeb
Image by Andi Amirullah -

Kamis, 29 Januari 2015

Presiden Joko Widodo Sebaiknya Mundur, Jika Tidak Mampu Menyelesaikan Kegaduhan Antara KPK VS POLRI.

Kegaduhan di negeri  ini  tak terlepas  dari peristiwa ditetapkannya Komjen BG sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang notabene calon tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia (KAPOLRI). komjen BG ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan “Rekening Gendut” ,buntut dari penangkapan tersebut membuat Jajaran KAPOLRI geram, alhasil BW yang salah satu unsur Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun ikut menjadi tersangka dan ditangkap secara tidak etis dengan sangkaan Saksi Palsu pada kasus pilkada kotawaringin pada tahun 2010.

Presiden Joko Widodo sebagai orang nomor satu di Indonesia seharusnya mengambil langkah yang tepat, mengingat ke dua institusi yang sedang bersitegang merupakan institusi penegak hukum, namun kenyataannya, sikap orang nomor satu di Indonesia tersebut jauh panggang dari api, pernyataan yang dikeluarkan oleh sebagian pengamat menilai pernyataannya hanya selevel RT (Rukun Tetangga), ditambah lagi adanya pernyataan dari Menkopolhukam Tedjo Edy yang menyebut pendukung KPK adalah rakyat tidak jelas, memicu kemarahan masyarakat. Bahkan ia juga dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Senin 26/01/2015.

Dalam kasus ini, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah kabupaten Berau mengecam atas pelemehan kedua institusi tersebut, terlebih pelemahan atas KPK, karena benteng terakhir pemberantasan Korupsi ada pada KPK, dengan dijadikannya BW sebagai tersangka, secara otomatis KPK kekurangan satu unsur ketua, dan tidak dimungkinkan untuk mengambil keputusan, yang pada akhirnya kinerja KPK menjadi terhambat. Rakyat dan Mahasiswa harus bersatu untuk saling berpangku tangan mengawal proses hukum yang dijalani oleh BW, dan memberikan dukungan penuh kepada BW agar kasus yang dijalani menjadi terang benderang. Ketua Komisariat IMM STIE Muhammadiyah Tanjung Redeb Fajar Satrio Septiawan menyebutkan, yang paling bertanggung jawab akan kegaduhan ini adalah Presiden Joko Widodo, jika Presiden sudah tidak mampu menyelesaikan kasus ini, lebih baik mundur dari posisi Presiden dan segera bertaubat karena apa yang pernah dijanjikan, tidak satupun menjadi kenyataan, dia juga menyebut kasus ini kental akan nuansa Politik dan terindikasi ditunggangi oleh orang-orang yang mempunyai agenda khusus terhadap bangsa Indonesia. (aa)

READ MORE - Presiden Joko Widodo Sebaiknya Mundur, Jika Tidak Mampu Menyelesaikan Kegaduhan Antara KPK VS POLRI.

Selasa, 27 Januari 2015

Tidak Mampu Membayar SPP, Mahasiswi disuruh jual diri.



Kebijakan ketua sekolah tinggi ilmu Ekonomi Muhammadiyah Tanjung redeb yang mewajibkan setiap mahasiswanya untuk membayar SPP sebesar 50% diawal semester membuat sebagain mahasiswa keteteran untuk memenuhinya, mengingat kebijakan tersebut diberlakukan pada pertengahan bulan yang notabenenya masa-masa krisinya bagi keuangan mahasiswa.
Dari kebijakan ini banyak mahasiswa yang hanya ikut arus saja, namun tidak sedikit juga yang menghujat kebijakan tersebut, sejumlah mahasiswa yang tidak terima, kemudian meminta keringanan hingga bulan depan untuk melunasinya dengan meminta penangguhan pembayaraan sampai bulan depan, namun usaha tersebut sia-sia karena pihak akademik menolak banding mahasiswa itu, bukannya mendapat saran yang bisa memberikan jalan kelaur, sejumlah mahasiswa ini malah mendapatkan perlakuan yang tidak baik.
kepastian informasi ini didapat langsung dari laporan mahasiswi yang tidak ingin disebutkan namanya ini mengatakan bahwa kami diperlakukan tidak baik oleh pihak akdemik ketika ingin meminta  penangguhan pembayaran SPP sebesar 50% diawal tersebut.
kata akademik bagi mahasiswa yang tidak bisa membayar spp 50 % tersebut, karena ini dibutuhkan sepcepaatnya unutk proses akreditasi, jual apa saja yang bisa dijual dulu, kalau perlu jual diri saja,” ungkap dua mahasiswi tersebut

mendengar perkataan yang tak wajar tersebut, kedua mahasiswa dari dua jurusan yang berbeda ini kemudian pergi begitu saja dari ruang akdemik dengan rasa kesal dan kecewa.
Dari informasi  yang dihimpun kebijakan yang diambil ketua stiem ini berawal dari adanya peraturan mentri terkiat peningkatan akreditasi sehingga mahasiswa harus diwajibkan unutk membayar SPP agar data-data setiap mahasiswa tersebut dapat tercatat di PDPT / pangakalan data perguruan tinggi.
Setelah melakukan perundingan panjang, akhirnya penangguhan membayar SPP sebasar 50% hingga tanggal 25 Januari tersebut dikabulakan, dengan catatan, mahasiswa yang tidak mampu membayar SPP dibulan januari, akademik membebankannya pada awal bulan Februari dengan membayar penuh SPP tersebut.
READ MORE - Tidak Mampu Membayar SPP, Mahasiswi disuruh jual diri.

Kamis, 22 Januari 2015

PK IMM STIEM Dikunjungi Intel Tni

Pada Siang Itu Sekitar Pukul 02.00, Senin (19/01/2015) Sejumlah Kader IMM STIEM Diantaranya Immawan Ari Januari, Immawan Saiman, Dan Saya Sendiri Immawan Retno Edi Sedang Disibukkan Dengan Pembutan Rancangan Kerja Kepengurusan Imm Yang Baru Periode 2015 - 2016, Sembari Mengisi Waktu Istirahat Ditengah Banyaknya Agenda Yang Harus Dikerjakan, Akhirnya Kami Memutuskan Unutuk Rehat Sejenak Guna Meregangkan Saraf-Saraf Yang Sempat Tertarik, Mengisi Istirahat Yang Terbilang Panjang Tersebut Kami Memutuskan Untuk Menonton Film Aktion China.
Ditengah Adegan Film Yang Sedang Asik-Asiknya, Munculah Petugas Sekolah Yang Menginformasikan Bahwa Ada Dua Petugas  Utusan Kodim (Komando Distrik Militer) 09/02 TRD Untuk Menemui Piminan IMM, Medengar Hal Tersebut Dengan Seketika Sekretariat IMM Yang Luasnya Kira-Kira 6 X 5 Meter Tersebut Seketika Bersih Dari Sisa-Sisa Bungkus Snack Dan Sobekan Kertas HVS.

Kedatangan Dua Orang Perwira TNI Itu, Sempat Membuat Kami Kebingungan, Karena Selama Ini IMM Belum Pernah Melaksanakan Kegiatan Yang Bertentangan Dengan Peraturan Perundang-Undangan Yang Berlaku, Apalagi Yang Datang Adalah Dari Unsur TNI, Tentunya IMM Belum Pernah Melaksanakan Kegiatan Yang Dapat Mengancam Keutuhan NKRI, Atau Apakah Pimpinan Kami Telah Melakukan Tindak Pidana Sehingga Pihak TNI Mendatangi Kami. Salah Satu Perwira TNI Yang Datang Bernama Edy Didampingi Oleh Rekannya Meminta Untuk Bertemu Immawan Hasanuddin Yang Notabene Adalah Mantan Pimpinan IMM Komisariat STIEM Yang Belum Lama Ini Digantikan, Adapun Maksud Kedatangannya Untuk Meminta Tanggapan Terkaiat Ancaman Isis (Negara Islam Irak Dan Suriah) Kepada Berbagai Unsur Masyarakat Termasuk Bagaimana Tanggapan Mahasiswa. Mendengar Maksud Kedatangan Kedua Orang Tersebut Membuat Kami Lega, Karena Ternyata Anggapan Kami Salah, Mengenai Keterlibatan Mantan Ketua Imm Dengan Tindak Pidana.

Mendengar Maksud Dari Kedatangan Mereka, Saya Yang Waktu Itu Membukakan Pintu Dan Mempersilahkan Masuk Dan Duduk, Saya pun Mengatakan Kepada Mereka Bahwa "Yang Mereka Cari Sedang Tidak Ada Ditempat, Kemungikinan Lagi Beristirahat Dikediamannya, Akibat Kelelahan Mengikuti Jalannya Musyawarah Komisariat”, Kemudian Kedua Orang Yang Memiliki Postur Tinggi Besar Tersebut Mengatakan Bahwa, “Kami Dari Intel Kodim Tanjung Redeb, Maksud Dan Tujuan Kami Datang Untuk Meminta Tanggapan Terkaiat Ancaman Isis Terhadap Instutusi Tni, Dan Polri Dalam Ranah Mahasiswa“ Jelasnya, Sembari Senyum Simpul. 

Dengan Kompak Kami Pun Menjawab “Ooo... Hanya Itu” Mengelus-Elus Dada, Karena Immawan Hasanuddin Saat Itu Tidak Ditempat, Maka Kami Diminta Untuk Mewakili Untuk Menjawab Pertanyaan Yang Mereka Ajukan, Saya Kemudian Mengacungan Tangan “Kalau Saya Sih Simple, Selama Militan Atau Anggota Isis Tidak Melakukan Aksi Merugikan Orang Banyak Seperti Melakukan Pengeboman Ataupun Penyanderaan Terhadap Masyarakat Di Kabupaten Berau, Kami Hanya Biasa-Biasa Saja,” Ungkap Saya Dengan Yakin, Mendengar Jawaban Tersebut Immawan Ari Dan Immawan Saiman Pun Mengatakan “Setuju” Dengan Pendapat Yang Kami Utarakan, Mereka Cukup Puas, Kemudian Mereka Kembali Mengajukan Pertanyaan Lagi, “Lantas Apa Yang Anda Lakukan Jika Isis Melakukan Pengeboman Atau Bahkan Pembantaian Terhadap Masyarakat Kabupaten Berau Benar Terjadi..?” Tandasnya, Tak Butuh Waktu Lama Untuk Memikirkannya Kami Beraksi “Jikalau Itu Terjadi Maka Kami Atas Nama Mahasiswa Indonesia Khusunya Kab. Berau Tidak Gentar Untuk Membantu Tni Untuk Memerangi Isis Jika Memang Itu Dibutuhkan, Ucap Kami Yakin.


READ MORE - PK IMM STIEM Dikunjungi Intel Tni

Rabu, 21 Januari 2015

PK IMM STIE Muhammadiyah Tanjung Redeb Melaksanakan Musyawarah Komisariat III dengan Tema Memantapkan Gerak Langkah Ikatan, Dengan Mengotimalkan Potensi Kader, Menuju Gerakan Yang Berkarakter



Tanjung Redeb, 18 Januari 2015 - Setelah Lebih Dari 4 Tahun Lamanya Mengemban Amanah Sebagai Pimpinan Komisariat Di Ikatan Mahsisswa Muhmamadiyah Sekoah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammmadiyah (STIEM) Tanjung Redeb, Kini IMMawan Hasannuddin Resmi Digantikan Oleh IMMawan Fajar Satrio Septiawan Pada Musyawarah Komisariaat (Musykom) Pada Hari Minggu (18/01/2015) Yang Belum Lama Ini Terselenggara Dilantai Tiga Gedung 1 Kampus STIEM Jalan Murjani II.
Dalam Musyawarah Komisariat Yang Bertajuk “Memantapkan Gerak Langkah Ikatan, Dengan Mengotimalkan Potensi Kader, Menuju Gerakan Yang Berkarakter,” Tersebut Hadir Pula Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Tanjung Redeb Drs. H. Muhammad Bayu, MM, Pembantu Ketua III STIEM Dr. H. Syarifuddin Israil, M.Pd,  Perwakilan Pimpinan Cabang IMM Berau IMMawan Datu Muhammad Nazarudin, Serta Sejumlah Kader IMM Yang Mejadi Perserta Musyawarah.
Dalam Sambutannya Ketua PK IMM STIEM TANJUNG Redeb Hasanuddin Mengatakan Bahwa, Musyawarah Komisariat Yang Harusnya Digelar 3 Tahun Lalu Ini Merupakan Suatu Forum Yang Tepat Untuk Mendiskusikan Permasalahan Yang Terjadi Baik Itu Diinternal IMM Maupun Eksternal Komisariat, Guna Terciptanya Langkah-Langkah Strategis Dalam Mewujudkan Visi Dan Misi IMM Kedepannya.
Selain Itu Hasanuddin Juga Berharap  Agar Kedepan Setiap Kader-Kader Yang  Ada Dikomisariat IMM STIEM Bisa Merumuskan Kebijakan Stategis Guna Kemajuan Organisasi Kedepannya, Hasanuddin Juga Berpesan Agar Dalam Sepninggalannya Nanti Dikepengurusan Komisariat IMM Para Keder Bisa Berperan Aktif Dalam Ikatan Serta Bisa Menyumbangkan Pemikiran-Pemikiran Kritis Dan Membangun Sehigga Forum Tersebut Benar-Benar Memberikan Makna Bagi IMM Serta Kontribusinya Untuk Bangsa Dan Negara.
Sambutan Selanjutnya Yaitu Ketua STIEM Drs. Muhammad Bayu, Mm Mengucapkan Selamat Atas Terselanggaranya Musykom Ketiga Yang Diselanggrakan IMM STIEM Ini, Muhammad Bayu Juga Mengapresiasi IMM Sebagai Kegiatan Kemahasiswaan Yang Masih Aktif Dan Eksis Dikampus Hingga Saat Ini, Namun Beliau Juga Meminta Kepada Setiap Kader-Kader IMM Agar Bisa Meningkatan Perstasinya Di Bidang Akademik, Dari Pantauan Belau Bahwa IMM STIEM Saat Ini Kurang Mewarnai Di Lingkungan STIEM.
Proses Terpilihnya IMMawan Fajar Sebagai Pimpinan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat STIEM Terbilang  Begitu Alot, 15 Kader Yang Telah Memasukkan Berkas Sebagai Calon Formatur Kepada Panitia Pemilihan (Panlih) Dan Setelah Melalui Proses Pemilihan, Maka Ditetapkan 13 Formatur Untuk Memilih Ketua Umum Secara Musyawarah Mufakat. Formatur Yang Terpilih Selanjutnya Melaksanakan Rapat Tertutup Sesuai Dengan Pedoman Organisasi Untuk Memilih Ketua Umum Secara Musyawarah Mufakat. Dari Hasil Rapat Tertutup Yang Digelar Oleh Ke 13 Formatur, Terpilihlah IMMawan Fajar Satrio Septiawan Sebagai Ketua Umum Pk IMM STIEM Tanjung Redeb Periode 2015-2016.
Suasana Harupun Pecah Saat Dua Ketukan Palu Yang Ditunggu-Tunggu Paserta Akhirnya Diketuk Oleh Pimpinan Sidang Yang Saat Itu Dipimpin IMMawati Dwi Utari “Dengan Ini Memutuskan IMMawan Fajar Satrio Septiawan Sebagai Ketua Umum Pk IMM STIEM Tanjung Redeb Periode 2015-2016” Sembari Mengetuk Palu, Fajar Yang Tak Mengiria Dirinya Yang Akan Menjadi Pimpinan Komisarait IMM STIEM, Kemudian Memeluk IMMawan Hasanuddin Dengan Spontan Dari Belakang Usai Pidato Singkatnya, Saat Itu Hampir Seluruh Kader Menitikkan Air Mata Saat Melihat Kejadian Tersebut, Dikatahui Bahwa Dalam Kepengurusan IMM Yang Dipimpin Hasanuddin Begitu Banyak Kenangan Serta Coabaan-Cobaan Yang Dihadapi Para Keder Dari Gunjingan-Gunjingan Mahasiswa Hingga Pihak Luar Sekali Pun, Fajar Yang Menagis Haru Sambil Memeluk Hasnuddin Tersebut Mengutarakan Maafnya Atas Segala Kesalahan Yang Ia Perbuat Dan Selalu Meminta Bimbingan Serta Support Agar Di Era Kepengurusanya Menjadi Lancar.
Dalam Waktu Dekat Ini IMM STIEM Kembali Akan Melakukan Gebrakan-Gebrakan Besar Di Dalam Dan Luar Kampus, Saat Ini IMM STIEM Sedang Menyusun Bidang-Bidang Dan Kelembagan-Kelembagan Organisasi Guna Menyelesaikan Sejumlah Masalah Yang Saat Ini Membelit Lingkup Kampus.






READ MORE - PK IMM STIE Muhammadiyah Tanjung Redeb Melaksanakan Musyawarah Komisariat III dengan Tema Memantapkan Gerak Langkah Ikatan, Dengan Mengotimalkan Potensi Kader, Menuju Gerakan Yang Berkarakter